Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Warren Buffett

Warren Buffett adalah seorang pemilik perusahaan Bershire Hathaway, Ia telah menjadi salah satu pengusaha dan miliarder terkaya di dunia. Dengan total aset yang ditaksir mencapai 525 miliar dollar AS, pria kelahiran 30 Agustus 1930 ini telah mencapai kesuksesannya setelah sebelumnya Ia berjualan botol Coca Cola di Omaha saat Ia masih berusia 7 tahun.

 

Dari kisah Warren Buffett kita bisa mengambil hal positif seperti kebiasaan Buffett yang membuat dirinya bisa mencapai posisi yang luar biasa ini. Berikut tiga kebiasaan Warren Buffett yang mampu mengantarkan dirinya menjadi pengusaha kaya dan sukses.

 

1. Tidak Pernah Berhenti Belajar

Kebiasaan pertama Warren Buffett adalah tidak pernah berhenti belajar. Dalam surat tahunan ke 50 ke pemegang saham Berkshire Hathaway, Charlie Munger, salah satu pemimpin Berkshire, berbicara salah satu rahasia sukses Warren Buffett yaitu kebiasannya untuk memaksimalkan perhatian pada hal yang disukai dan belajar lebih serius untukhal tersebut.

 

“Setelah Buffett menemukan bakat dan keahliannya, maka Ia akan fokus dan terus mencurahkan perhatian pada hal yang Ia sukai dengan terus belajar apapun yang berkaitan bidangnya.” tutur Charlie. Tak ayal bila kemudian Buffett melejit dan sukses karena kemampuannya terus diasah dengan tajam dan sungguh-sungguh selama 50 tahun.

 

Buffett sendiri memang banyak menggunakan waktunya untuk duduk dan berpikir pada sebuah bidang tertentu yang disukainya. Hal ini dilakukan Buffett hampir setiap hari dan setiap waktu. Kebiasaan yang tidak umum dilakukan pada bisnis dan kehidupan di Amerika yang serba cepat dan profesional. Namun hal ini tidak dipedulikan oleh Buffett dan Ia sangat menyukai kehidupan semacam itu.

 

2. Selalu Sabar Menjalani Proses

Dalam dunia bisnis yang sangat cepat dan berubah-ubah, pebisnis memang membutuhkan modal kesabaran dalam dirinya untuk mencapai sukses dan kejayaan. Inilah yang menjadi sifat dan karakteristik Warren Buffett. Pada sebuah kesempatan di tahun 2003, Buffett pernah menyatakan bahwa dirinya telah membeli sejumlah saham Wells Fargo.

 

Namun di sisi lain, di antara enam kepemilikan besar dirinya pada sebuah perusahaan besar Ia melakukan perubahan posisi seperti di Coca Cola pada 1994, American Express di 1998, Gillette pada 1989, Washington Post 1973, dan Moody’s di 2000. “Saat kami melakukan perubahan itu, para Broker tidak mencintai kami.” jelas Buffett.

 

Pada tahun 2010, Buffet kembali menyatakan pendapatnya bahwa dirinya akan membutuhkan performa yang baik dari bisnis karena akan melakukan akuisisi besar. Semua sudah bersiap dan semua perlengkapan sudah digunakan, namun ketika Buffett berencana membeli bisnis bernilai 10 miliar dollar AS tersebut, Buffett tetap harus menunggu dengan sabar hingga kesempatan datang dengan sendirinya.

 

3. Tidak Ragu Untuk Memberikan Pujian

Terakhir, kebiasaan Warren Buffett yang bisa menjadikannya sukses dan menjadi miliarder dunia adalah tidak ragu memberikan pujian. Warren Buffett adalah seseorang yang gemar memuji tim manajer dan pekerja yang ada di sekelilingnya. Seperti pada tahun 2009, Buffett memuji Ajit Jain yang menjadi kepala Bershire Hathaway Reinsurance dan sering diprediksi sebagai calon atau kandidat kuat yang akan menggantikan Buffett di Berkshire. Hal ini tentu saja menjadi tanda bagaimana Buffett selalu tak ragu memberikan pujian bagi orang atau karyawannya yang berprestasi. Pada tahun 2005, Buffett kembali menyanjungdan memberikan pujian pada Tony Nicely dengan mengatakan bahwa Tony Nicely telah menunjukkan hasil yang mengagumkan pada sektor asuransi dengan meningkatkan pangsa pasar, laba tinggi dan memperkuat brand. Maka Buffett dalam sebuah forum mengatakan pada peserta bahwa jika mereka memiliki putra atau cucu yang baru lahir, maka mereka harus menamakannya dengan nama Tony.

 

Buffett memang menyadari bahwa keberhasilan dan kesuksesan dirinya adalah karena adanya dukungan dari orang lain. “Maka dimana pun kita berada, kita harus meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kita dalam menggapai sukses.” tutur Buffett.

 

 

Sahabat, semoga kebiasaan yang dilakukan oleh Warren Buffett dapat menginspirasi perjalanan hidup kita untuk dapat menjadi pribadi yang baik. Memulai kebiasaan dengan tidak pernah berhenti belajar selalu membuka pikiran dengan hal-hal baru dan selalu fokus. Kita pun perlu untuk bersabar dalam menjalani proses hidup, baik yang sesuai keinginan ataupun tidak, dan tidak lupa berterima kasih kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Perbuatan baik yang dilakukan secara terus menerus dengan tulus ikhlas akan menyebarkan manfaat dan kebaikan bagi orang di sekitar serta berbalik menjadi buah yang baik bagi proses kehidupan kita.

 

 

*saduran dari berbagai sumber

 

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.