Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Tukang Ledeng

Suatu hari Mr.Benz bos perusahaan Mercedez Benz, sedang mencari tukang ledeng untuk memperbaiki kran air di rumahnya. Berkat rekomendasi salah satu teman, Mr.Benz mendapatkan nomor telpon seorang tukang ledeng terbaik dan segera menelponnya. Namun sayangnya tukang ledeng tersebut baru bisa memperbaiki kran airnya hingga 2 hari ke depan karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya Mr.Benz setuju untuk menunggu gilirannya hingga 2 hari.

 

Keesokan harinya tukang ledeng tersebut menelpon Mr.Benz sekedar untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Apa yang dilakukan tukang ledeng membuat Mr.Benz terkesan atas pelayanan yang diberikan kepadanya.

 

Pada hari yang telah disepakati tukang ledeng datang, dan dengan cekatan serta teliti Ia memperbaiki kran yang rusak. Hingga akhirnya kran air selesai diperbaiki, dan tukang ledeng pulang setelah menerima upah yang diberikan oleh Mr.Benz.

 

Sekitar dua minggu kemudian, tukang ledeng tersebut menelpon Mr.Benz kembali untuk sekedar menanyakan keadaan kran air yang sudah Ia perbaiki, apakah sudah benar-benar baik atau masih ada masalah.

 

Mr. Benz terkesan dan berpikir bahwa orang ini luar biasa, walau hanya tukang ledeng namun Ia begitu memperhatikan kepuasan pelanggannya. Bahkan kepada pelanggan yang tidak Ia ketahui status dan nama besarnya. Dalam benak Mr.Benz, tukang ledeng ini adalah sosok yang selama ini Ia cari untuk mengembangkan perusahaannya, pelayanannya total, ramah, dan memiliki tanggung jawab yang besar.

 

Tanpa disangka, beberapa bulan kemudian Mr.Benz merekrut tukang ledeng itu untuk bergabung di perusahaannya. Tukang ledeng pun kaget , apalagi sebelumnya Ia tidak tahu bahwa pemilik kran yang Ia perbaiki beberapa minggu yang lalu merupakan seorang bos besar di salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.

 

Kira-kira pekerjaan apa yang diberikan Mr.Benz kepadanya?

 

Apakah Ia direkrut menjadi pengawas saluran air di perusahaan otomotif?

 

Apakah keahlian memperbaiki kran yang membuat Ia direkrut?

 

Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yang membuatnya mendapatkan posisi baru, melainkan dedikasi pada pekerjaan yang selalu ingin membuat pelanggannnya puas yang membuatnya menjadi seorang pegawai yang terhormat.

 

Dengan pekerjaan barunya, sang tukang ledeng kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan. Sebuah bidang yang sebelumnya tidak terpikir olehnya. Tukang ledeng tersebut tidak menyangka bahwa keramahannya kepada pelanggan dan keinginannya memuaskan pelanggan, ternyata merupakan keahlian yang sangat berharga dan langka.

 

Tukang ledeng itu bernama Christopher L. Jr. Ia direkrut untuk mengurusi customer Mercedes Benz, dengan tujuan utama agar setiap pemilik mobil Mercedes Benz puas atas pelayanan perusahaan otomotif tersebut. Atas kerja kerasnya Ia mempunyai karir yang melesat, hingga Ia naik jabatan sebagai General Manager Customer Satisfaction & Public Relation di Mercedes Benz.

 

Suatu batu lompatan yang tinggi bagi seorang tukang ledeng.

 

 

Sahabat, mari mulai bersikap serius terhadap setiap pekerjaan ataupun pelayanan yang kita kerjakan. Lakukan dengan sepenuh hati, mulai membiasakan diri untuk berorientasi pada mutu, dengan dedikasi yang tinggi. Menggali dan memaksimalkan potensi-potensi kecil yang kadang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, melainkan hati manusia.Sebuah sikap yang dianggap sekedar nilai tambah (value) bagi suatu pekerjaan, ternyata dapat bernilai sangat besar. Karena rejeki dalam hal apapun, akan datang jika kita mau bekerja dengan ketulusan dan kesungguhan hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*saduran dari berbagai sumber

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.