Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Layang Layang

Suatu hari di bulan Maret yang berangin, seorang Walikota memutuskan untuk berjalan-jalan melintasi taman di kotanya. Dia bertemu dengan seorang anak laki-laki kecil yang sedang menerbangkan layang-layang terbesar dan terindah yang pernah dia lihat.

 

Layang-layang itu melonjak tinggi dan melintasi langit sehingga Walikota yakin bahwa layang-layang itu bisa terlihat hingga di kota sebelah. Kota ini kecil dan tidak memiliki banyak hal yang spektakuler atau hal yang menarik, sehingga Walikota memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada orang yang bertanggung jawab dan berhasil atas karya-karya yang indah.

 

"Siapa yang bertanggung jawab untuk membuat layang-layang yang indah ini terbang?" tanya Walikota.

 

"Saya," kata anak kecil itu sambil memegangi tali yang dimilikinya dengan seluruh kekuatannya dengan layang-layang besar yang indah itu. Dia menjelaskan, "Saya yang membuat layangan besar ini sendiri, dengan tangan saya sendiri. Saya melukis semua gambar berwarna-warni di atasnya, dan aku dapat menerbangkannya! "

 

Dengan tiba-tiba angin berkata, "Saya". "Angin sepoi-sepoi yang mampu membuatnya terbang di udara dengan begitu besar dan indah. Kecuali jika saya tidak meniupnya, maka layang-layang itu tidak akan terbang sama sekali. Jadi aku yang menerbangkannya!"

 

"Tidak begitu," jawab ekor layang-layang itu. "Saya yang membuatnya mampu terbang, saya memberikannya stabilitas terhadap hembusan-hembusan angin. Tanpa saya, layang-layang akan hilang kendali dan bahkan anak itu pun tidak bisa menyelamatkan layang-layang. Jadi, saya yang menerbangkan layang-layang itu! "

 

Jadi, siapa yang menerbangkan layang-layang?

 

Mereka semua dapat melakukannya, bukan?

 

 

Dalam hiruk pikuk aktivitas kita sehari-hari, terutama dalam lingkungan kerja, seringkali kita mudah lupa bahwa setiap orang dapat menerbangkan layang-layang. Sama seperti sebuah tim kerja. Tanpa sebuah tim yang kompak dan mampu bekerja sama, seorang pemimpin tidak akan pernah sukses. Begitu pula tanpa pemimpin yang baik pun, sebuah tim tidak akan dapat mencapai tujuan dengan baik. Keduanya saling membutuhkan, dan setiap orang di tim saling membutuhkan satu sama lain. Mereka semua dapat menerbangkan layang-layang tanpa harus merasa menjadi yang paling hebat dan paling kuat.

 

 

 

If you want to go fast, go alone

 

If you want to go far, go together

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.