Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Kisah Pemadam Kebakaran

 

Pada pukul 03.00 pagi, di sebuah stasiun pemadam kebakaran di Kopenhagen-Denmark seorang petugas pemadam kebakaran bernama Eric berusia dua puluh delapan tahun, mendapat sebuah panggilan telfon dari seseorang ketika Ia sedang bertugas malam.

 

Tiba-tiba Ia mendengar jeritan seorang wanita dari seberang telfon, “Tolong aku, aku tidak bisa berdiri. Tolong!”.

 

Dengan seketika Eric menjawab, “Jangan khawatir Ibu, kami akan segera datang. Dimana Ibu berada?”

 

“Aku tidak tahu”, kata wanita itu dengan gemetar. “Dimana alamatmu?” Eric bertanya sekali lagi.

 

“Aku...aku tidak tahu, aku merasa pusing”.

 

“Bisakah Ibu memberitahu nama ibu siapa?” Eric memohon.

 

“Aku tidak ingat...sungguh aku tidak ingat, sepertinya aku terkena benturan di bagian kepala”.

 

Dengan segera Eric sambil mencoba menguhubungi perusahaan telefon untuk melacak nomor dan alamat wanita tersebut. Namun mereka tidak dapat membantu.

 

Kemudian Eric kembali ke pembicaraan wanita itu dan menemukan solusi lain, hingga Ia bertanya, “Bagaimana jika Ibu memeriksa kontak di telepon Ibu? Mungkin nomor rumah Ibu disimpan disana?”

 

“Tidak ada nomor yang disimpan. Tidak ada yang bisa saya lakukan, tolong cepatlah datang.” Kata wanita itu terdengar semakin putus asa.

 

Petugas pemadam kebakaran itu dengan berpikir cepat kemudian bertanya pada wanita itu.

 

"Apa yang bisa Ibu lihat di sekitar?"

 

"Aku bisa melihat jendela, ada jalan di luar, ada lampu jalan," jawabnya lemah

 

"Itu hebat. Luar biasa. Apa bentuk jendela itu?" Eric bertanya

 

“Persegi panjang.”

 

Jawaban wanita itu tentu membantu Eric dengan mempersempit prediksi lokasi wanita tersebut. Wanita itu seharusnya berada di daerah Old Town.

 

“Apakah lampu Ibu menyala?” Eric memastikan.

 

“Iya, lampu ruanganku tetap menyala.

 

"Cobalah untuk tidak bergerak, dan tetap nyalakan lampu ruangan. Kami datang untuk menjemputmu!"

 

Eric tidak mendengar respon lain selain mendengar suara nafas. Ia tahu bahwa Ia harus membantu wanita tersebut dengan sangat cepat, tetapi bagaimana caranya? Eric kemudian menelfon kaptennya dan melaporkan kejadian secara detail.

 

Sang kapten berkata, "Tidak mungkin Eric, kita tidak dapat menemukan wanita itu."

 

Tapi Eric tidak menyerah, "Tolong, saya mohon. Jika kita tidak melakukannya dengan cepat, kami akan menyesal karena terlambat.” Setelah beberapa detik terdiam, Sang Kapten menjawab, "Kau berani Eric, Baiklah, Ayo kita kerjakan bersama, saya akan kesana sekarang juga.”

 

Beberapa saat kemudian, 15 mobil pemadam kebakaran dikirim ke setiap sudut Old Town. Eric tetap berbicara di telepon dengan wanita yang terluka itu, wanita itu tidak bisa menjawab lebih banyak, tetapi Eric masih bisa mendengar nafasnya yang lemah.

 

Sepuluh menit kemudian, Eric berkata ke petugas yang lain, “Saya dapat mendengar sirene melalui telepon”. Kapten mengumumkan melalui transceiver genggam, Ia memerintahkan "Truk pertama, matikan sirene". Tepat setelah dia bertanya pada Eric, Ia menjawab, “Saya masih mendengar sirene!”

 

Sang kapten melanjutkan perintah, "Truk kedua matikan sirene sekarang". Eric masih mendengar sirene sampai truk pemadam kedua belas mematikan sirenenya. Eric mengatakan dia tidak mendengar sirene lagi. Kapten memerintahkan truk kedua belas menghidupkan sirenenya.

 

Eric berkata, "Sekarang saya mendengarnya lagi, tetapi semakin truk berjalan semakin kurang saya mendengarnya."

 

"Jangan, Truk kedua belas berbalik arah." Kapten memerintah. Segera setelah itu, Eric berkata “Kita sudah dekat dengan rumahnya. Sirene terdengar sangat keras bahkan menggelegar, saya yakin kita berada di jalan yang benar."

 

“Truk kedua belas temukan lampu yang menyala didekat jendela dengan cepat.” Eric melanjutkan.

 

Namun ternyata ada lebih dari seratus rumah dengan lampu yang menyala, bagaimana mereka dapat menemukan lokasi wanita tersebut?

 

Tiba-tiba Eric mempunyai ide untuk menginstruksikan ke orang-orang yang berada di dalam rumah dengan menggunakan loudspeaker.

 

Eric berkata, "Tolong bantu kami menemukan seorang wanita yang sangat membutuhkan bantuan kami. Kami tahu dia tinggal di jalan ini dan berada di ruangan dengan lampu yang menyala. Tolong matikan lampu anda semua untuk membantu kami menemukannya.”

 

Dalam beberapa detik, semua lampu rumah di sekitar jalan tersebut padam. Kecuali satu rumah, yang dipastikan adalah rumah wanita tersebut.

 

Luar biasa, rencana mereka berhasil.

 

Petugas pemadam kebakaran merusak pintu dan menemukan wanita itu, dengan nafas yang semakin melemah bahkan nyaris tidak terdengar. Kemudian dengan segera mereka membawa wanita itu ke rumah sakit tepat pada waktunya.

 

 

Sahabat, jika kita menolak untuk menyerah dan tetap bersikap optimis, tidak ada kata “tidak mungkin”. Masa sulit bisa datang, namun berbekal belas kasih, ketekunan, keterampilan berpikir cepat untuk mencari solusi, dan kerja sama, kesuksesan dapat diraih.

 

"Coming Together is a beginning, Keeping Together is a progress, Working Together is a Success"

-Henry Ford-

 

*saduran dari berbagai sumber

 

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.