Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Hitam Putih

Ketika saya berada di Sekolah Dasar, saya beradu argumen besar dengan seorang anak laki-laki di kelas saya. Saya lupa apa argumennya, tapi saya tidak pernah melupakan pelajaran yang saya pelajari hari itu.

 

Saya yakin bahwa "saya" yang benar dan "dia" yang salah. Sementara dia sama yakinnya dengan saya bahwa "saya" salah dan "dia" benar. Karena perdebatan itu Guru di kelas pun memutuskan untuk mengajari kita pelajaran yang sangat penting dan mengubah pandangan hidup saya.

 

Dia membawa kami ke depan kelas dan menempatkan teman laki-laki saya di salah satu sisi mejanya dan aku di sisi yang lain. Di tengah meja disediakan sebuah benda bulat besar. Aku bisa melihat dengan jelas bahwa warnanya hitam. Dia bertanya kepada anak laki-laki itu apa warna objeknya. "Putih," jawabnya.

 

Aku tidak percaya dia bilang benda itu putih, padahal warnanya sudah jelas hitam. Argumen lain dimulai lagi antara teman sekelas saya dan saya, kali ini tentang warna objek.

 

Guru menyuruh saya berdiri di tempat teman laki-laki saya berdiri dan menyuruhnya berdiri di tempat saya berada. Kami mengganti tempat, dan sekarang dia bertanya apa warna objeknya. Saya harus menjawab, "Putih." Itu adalah objek dengan dua sisi yang berbeda, dan dari sudut pandangnya warnanya putih. Hanya dari sisi saya itu hitam.

 

 

Terkadang kita perlu melihat sebuah masalah dari sudut pandang orang lain untuk benar-benar memahami perspektifnya. Sudut pandang sangat berpengaruh terhadap sikap dan cara kita dalam mengambil keputusan, dan tidak jarang kita pun sering terfokus terhadap apa yang kita pahami dan apa yang kita ketahui saja. Padahal dengan mendengarkan dan membuka hati untuk menerima argumen dan sudut pandang orang lain justru akan menambah wawasan dan juga memberikan opsi lain terhadap apa yang kita pikirkan.

 

Orang-orang yang ada disekitar lingkungan kerja kita, keluarga dan sosial kita adalah orang-orang yang dapat memberikan argumen, memberikan masukan menurut sudut pandang mereka yang seringkali tanpa disadari dapat membawa kita untuk mencapai goal yang ingin kita capai. Maka, hargailah setiap kritik, saran, ataupun argumen yang diutarakan oleh orang lain menurut sudut pandang mereka masing-masing.

 

 

"Kadang untuk menjadi terbuka, kita harus melihat dari banyak sudut pandang"

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.