Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya

Blind Spot

Semua pentinju professional memiliki seorang pelatih. Bahkan, petinju legendaris sehebat Muhammad Ali sekalipun memiliki pelatih, yaitu Angelo Dundee. Sang pelatih telah membantu Ali meraih juara dunia sebanyak tiga kali. Padahal jika mereka berdua diminta bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak akan menang. Hal ini akan membuat kita bertanya-tanya, mengapa Ali membutuhkan pelatih apabila jelas ia pasti akan menang melawan pelatihnya?

 

Ketahuilah bahwa Muhammad Ali membutuhkan pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat daripada dirinya, melainkan karena ia membutuhkan seseorang untuk melihat hal-hal yang tidak dapat ia lihat sendiri. Hal yang disebut dengan “Blind Spot” atau titik buta, tanpa bantuan orang lain "Blind Spot” tidak akan terlihat.

 

Dalam hidup, kita membutuhkan seseorang untuk mengawal kehidupan sekaligus mengingatkan kita ketika tujuan, arah serta prioritas hidup mulai bergeser. Kita membutuhkan orang lain sebagai penasehat, mengingatkan serta menegur, jika kita mulai melakukan sesuatu hal yang keliru dan yang mungkin tidak kita sadari.

 

Di sisi lain, kita pun membutuhkan kerendahan hati yang luas untuk menerima kritik, nasehat, serta teguran yang datang, karena semua itu yang akan membantu kita dalam mencapai tujuan hidup kita masing-masing. 

 

Kita bukanlah manusia yang sempurna. Maka, biarkan orang lain untuk menjadi “mata” di area “blind spot” kita. Sehingga kita dapat melihat apa yang tidak dapat kita lihat dengan pandangan kita sendiri. Agar kita dapat mengetahui kapan kita salah arah dan harus kembali pada tujuan sukses untuk pekerjaan, keluarga dan sosial kita. Agar kita pun menjadi pribadi yang mawas diri dan rendah hati dalam menerima kritik, teguran dan nasehat untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

 

RELATED ARTICLES :

Copyright © 2016 - 2018 Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya. All rights reserved.